surabaya memanas, ada apa gerangan?

sudah sekitar seminggu ini saya merasakan fenomena alam yang berbeda dengan hari-hari biasanya. setiap hari selepas subuh, sekitar pukul 04.45, fajar yang biasanya masih gelap, kali ini terlihat lebih terang. beberapa hari yang lalu, ketika saya kembali ke kos dari kampus sekitar pukul 05.45, matahari sudah terlihat setinggi atap rumah, dan terlihat sangat jelas, bundar dan bersinar sangat terang.

ketika jam menunjukkan pukul 07.00, matahari yang biasanya masih agak malu-malu bersinar, kali ini lebih “garang”, memancarkan sinarnya di surabaya yang memang terkenal panas. ketika waktu mulai beranjak menuju tengah hari, panas surabaya semakin menjadi-jadi. ketika saya cek suhu di termometer, suhu berkisar antara 32-35 derajat celcius. itu adalah suhu ruangan, karena yang saya ukur adalah suhu di dalam kamar kos. belum suhu di tengah kota surabaya, apalagi di daerah pelabuhan perak yang tentunya lebih panas lagi

baru beberapa jam yang lalu, saya dan teman saya pergi ke daerah embong malang. perjalanan dari kampus ITS menuju embong malang di tengah hari itu terasa cukup meyiksa. bagian kaki yang kebetulan tidak terlindungi pakaian, jadi nampak “belang”. untung saja, setelah perjalanan tadi, ada segelas es tebu yang cukup meredakan dahaga… hehe… :D

Surabaya yang memang dikenal sebagai kota yang panas, dalam minggu ini terasa semakin panas. tak heran panasnya kota ini membuat orang menjadi berpikiran tidak rasional dan menyebarkan hoax yang tidak masuk akal. ada yang mengatakan bahwa pada tanggal 17 oktober, matahari di surabaya akan bersinar selama 36 jam. lho, gila apa?? memangnya bumi sudah tidak berotasi, sampai-sampai sehari lebih menyinari satu penjuru bumi?? dasar… padahal ada penjelasan yang lebih rasional mengenai penyebab makin panasnya kota surabaya ini, yakni … ada kebocoran kecil di neraka, hehehe… :)

semula saya kira penyebab semakin panasnya kota surabaya adalah karena imbas dari global warming. memang belakangan ini efek rumah kaca dianggap menjadi penyebab semakin meningkatnya suhu bumi, yang jika ditelusuri sebenarnya juga karena ulah manusia, yang menciptakan emisi karbondioksida yang tinggi melalui asap kendaraan, asap pabrik, dan polusi lainnya.

hari ini saya dari berbagai media, saya mendapatkan jawabannya. pada minggu-minggu ini, matahari berada pada posisi garis lintang yang mendekati koordinat garis lintang pulau jawa, jadi saat ini, posisi matahari hampir tegak lurus dengan posisi pulau jawa. ini terbukti ketika siang tadi, saya melhat bahwa objek yang disinari matahari hampir tidak memiliki bayangan. apalagi saat ini matahari dan bumi sedang berada pada titik terdekat, sehingga panasnya semakin menjadi, termasuk di malam hari. dan kondisi ini memang terjadi setiap tahun, ketika matahari beredar pada garis lintang yang lebih dekat ke arah selatan. nantinya matahari akan semakin bergerak ke arah selatan dan di indonesia akan terjadi musim hujan.

sudah jelas kan, kenapa surabaya saat ini bertambah panas? jadi, jangan nyebar hoax lagi ya… :)

http://surabaya.detik.com/read/2008/10/20/084005/1022591/466/fenomena-matahari-tepat-di-equator-picu-hawa-lebih-panas

http://jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=30597

18 Tanggapan ke “surabaya memanas, ada apa gerangan?”


  1. 1 bhagas Oktober 20, 2008 pukul 5:19 pm

    surabaya panas soalnya org2nya kbnykn dosa gung,makanya matahari pas sejajar diatas kita…

    termasuk aku contone,hehehe….

  2. 2 wishnu Oktober 20, 2008 pukul 9:52 pm

    peluang bisnis gung, dodolan es :p

  3. 3 BARRY Oktober 21, 2008 pukul 12:11 am

    Membacanya saja saya sudah kepanasan :-) Salam kenal.

  4. 4 aRuL Oktober 21, 2008 pukul 12:26 am

    iyah kayaknya kulit kaki yang atas itu paling sensitif sama panas deh…
    surabaya makin panas, beberapa hari ini ngak bisa tidur tenang, kehausan mulu… :D

  5. 5 Yeni Oktober 22, 2008 pukul 1:40 am

    Waaaaa…
    Ga cuma distatus YM arek2 di Suroboyo yg ngeluhin HOT nya Suroboyo,
    tnyata ampe blog2 juga,
    dah beberapa blog yg ku baca temanya “Surabaya Memanas”
    Bandung juga ikut memanas neh
    ketawa bentar aja gigi dah kering :D

  6. 6 quantumeconomics Oktober 22, 2008 pukul 10:35 am

    PANAS cuacanya HATI tetep ADEM boss..!!!
    informasi yang baik..
    semoga kegiatan menulis anda senantiasa mendapat balasan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa.
    Kunjungi blog saya. baca dan analisa dengan seksama. saya berharap kita dapat meraih kemapanan finansial bersama-sama. amin

  7. 7 tomo Oktober 22, 2008 pukul 11:11 am

    mergane suroboyo g mboiz kok, g ono sing perawan..
    mangkane puanas puollllll…

  8. 8 areklewong Oktober 26, 2008 pukul 1:28 am

    masio matahari g sejajar tetep ae panas, panase kan yo gara2 koen dewe,
    contohe sepeda motormu opo mobilmu, pokoke salahe menungso dewe. Dadi yo g usah sambat nek panas, lah sumber panase awakmu dewe…

  9. 9 melitong Oktober 26, 2008 pukul 11:06 am

    hoax hoax.. surabaya panas soale agung di surabaya//

  10. 10 pepe Oktober 30, 2008 pukul 11:32 pm

    berita lawas,,,
    kapan yo ono sing posting Suroboyo Uademmm rek,,mari udan salju,,

    wkwakkakak,,,

  11. 11 akbarindonesia November 29, 2008 pukul 6:59 pm

    nang Lab koq adem???
    mak nyusss….

  12. 12 frankdjeby Desember 6, 2008 pukul 9:21 am

    Jare sopo gung?
    Nang Lab Islamic Business System koq adem.
    IBS timbang kompine nganggur gara2 gak oleh daya, mending digawe kesekretariatan SITC ae yo!
    Kan wes pas ono hijabe,,
    Cihuy!

  13. 15 rez@RT Desember 26, 2008 pukul 7:09 pm

    Blog koq ra tau update …

  14. 16 arvernester Februari 8, 2009 pukul 8:48 pm

    wah Surabaya kan emang panas dari dulu :D

  15. 17 Ardi Maret 21, 2009 pukul 7:55 am

    Mat, Tukar link [ardiimawan.co.cc]

  16. 18 - S - April 12, 2009 pukul 12:24 pm

    Dari dulu ampe sekarang Surabaya juga panassss…


Tinggalkan Balasan




archives