hiduplah indonesia raya

Beberapa hari yang lalu, jum’at 3 agustus malam, saat sedang menikmati liburan di rumah tercinta sambil menyaksikan televisi, saya dikejutkan (lebih tepatnya heran) oleh adanya pemberitaan di sebuah stasiun televisi mengenai klaim “penemuan” lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza oleh KRMT Roy Suryo dan tim air putih pada sebuah server di Leiden, Belanda. Pada saat peristiwa tersebut diberitakan, yang membuat saya heran adalah adanya pernyataan bahwa lagu indonesia versi lengkap tersebut di-klaim telah “berhasil ditemukan”. Hal ini menimbulkan kesan bahwa lagu kebangsaan kita selama ini kurang lengkap dan Roy Suryo dan tim air putihnya telah “berhasil” menemukan “dokumen yang selama ini tak terungkap” berupa lirik lagu Indonesia raya yang lengkap sepanjang 3 stanza. Dan beliau langsung menghubungi menkominfo untuk mengklarifikasi penemuannya ini. Tak pelak hal ini menjadi pemberitaan, bahan perbincangan besar-besaran di berbagai media baik elektronik maupun cetak.

Bagi saya hal tersebut bukanlah suatu hal yang baru, hal ini yang membuat saya heran. Ketika saya SD, saya memiliki buku lagu-lagu perjuangan dimana disitu termuat lagu indonesia raya berlirik lengkap-kap-kap sepanjang 3 stanza (saya pun masih punya bukunya lho… :)). Di sebuah stasiun televisi beberapa hari yang lalu, tepatnya selasa 7 agustus juga ada liputan mengenai buku2 perjuangan yang telah memuat lirik lagu indonesia raya lengkap sepanjang 3 stanza. Bahkan ada sekolah dasar yang mengajarkan siswanya untuk menyanyikan lagu kebangsaan kita tersebut sepanjang 3 stanza. Ada satu lagi, di situs YouTube, kita bisa dengan mudah mendapatkan video lagu kebangsaan indonesia versi 3 stanza. Selain fakta-fakta di atas, pada koran yang saya baca hari ini, kemenakan langsung dari sang pencipta lagu tersebut yang bernama Oerip Soedarman juga mengatakan bahwa lirik 3 stanza tersebut telah lama dicantumkan di museum W.R. Supratman. Hal ini semakin membuktikan bahwa kurang pantas jika dikatakan bahwa lagu indonesia raya versi 3 stanza diklaim telah “berhasil diungkap” karena hal tersebut bukan lagi merupakan hal yang baru.

Saya tak tahu apa sesungguhnya motif di balik publikasi besar-besaran mengenai “penemuan” lirik 3 stanza ini, mengungkapkan sejarah atau mencari publisitas, entahlah… jika tujuannya untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa sesungguhnya lagu kebangsaan kita memiliki panjang yang lebih, saya pikir pengungkapan tersebut merupakan hal yang positif. Namun jika motifnya hanya itu, mengapa sampai ada klaim penemuan oleh Roy Suryo dan tim air putih? Selain itu, tak perlu rasanya terburu-buru menghubungi pejabat pemerintahan mengenai hal ini hingga sampai mencetuskan wacana untuk mengganti lagu kebangsaan yang kita pakai selama ini menjadi lebih panjang. Apakah ini berarti mencari publisitas??? tak perlu juga rasanya, karena selama ini sosok Roy Suryo juga telah kita kenal sebagai salah seorang “selebriti”, public figure, yang sering mengungkapkan mengenai asli tidaknya foto maupun video “aneh-aneh” public figure, yang sedang menjadi skandal yang menghebohkan di masyarakat. Beliau juga sering menjadi pembicara, bintang tamu dalam talkshow, mayoritas dari kita pasti juga mengenal beliau (meskipun kepakarannya dipertanyakan… :P). Publisitas macam apa lagi yang sebenarnya diinginkan?

Well, mengenai motif, silahkan anda simpulkan sendiri. Yang jelas, adanya pemberitaan lagu indonesia raya 3 stanza telah menyadarkan masyarakat indonesia (bagi yang belum tahu) bahwa lagu kebangsaan kita sebenarnya jauh lebih panjang, 3 kali lebih panjang dari yang sering kita nyanyikan saat ini. Semoga rasa nasionalisme, kecintaan kita kepada tanah air ini semakin bertambah. Momennya juga sangat tepat, karena beberapa hari lagi kita memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke62 tahun. Mana yang sebaiknya kita pakai? kalau menurut saya, ada baiknya lagu 3 stanza ini hanya sekedar menjadi pengetahuan saja dan kita tetap mempertahankan versi 1 stanza sebagai lagu kebangsaan. Mengapa? Menurut saya terlalu merepotkan jika kita memaksakan menggunakan versi 3 stanza sebagai lagu kebangsaan, perlu mengajarkan lagi lirik yang baru, menghapalkannya, dan baru bisa menyanyikannya dengan baik. Apalagi versi 3 stanza ini 3 kali lebih panjang. Akan sangat merepotkan tentunya jika Indonesia memenangkan medali emas olimpiade, ataupun ketika menyanyikan lagu kebangsaan sebelum bertanding sepakbola, karena lagu kebangsaan kita akan see…makin panjang!!! hehehehe…. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About Me

 Subscribe to this blog

 Subscribe to my posts bundle


web presence

posts by rizkianto

↑ Grab Animator!

RSS Also written by rizkianto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

archives


%d blogger menyukai ini: