makin bangga jadi orang indonesia

menarik sekali bagi saya setelah membaca sebuah tulisan, mengenai mie instant yang jadi “makanan pokok” di nigeria. ckckck… luar biasa…yang mengherankan bahwa ternyata sebegitu “sukanya” orang nigeria makan salah satu makanan-favorit-mahasiswa ini. entahlah bagaimana efek sampingnya ke kesehatan mereka. tapi buktinya, orang nigeria kekar-kekar, jago bola, juara olimpiade, jadi kesimpulannya, makan mie instant baik bagi kesehatan(?)
tapi yang bikin saya bangga, ternyata secara spesifik, mereka menyukai salah satu merek yang notabene adalah merek bikinan anak negeri ini, yang menguasai pasaran di nigeria sana. bangga sekali rasanya melihat kenyataan ini.

saya jadi teringat dengan sebuah artikel di sebuah media cetak pada tanggal 3 desember 2007 yang mirip juga dengan artikel ini, namun disini yang dibahas disini adalah sebuah merek deterjen klasik yang mungkin sudah cukup lama familiar di telinga kita *sebut merek ya?*, B-29

reaksi saya sama membaca kedua artikel tersebut,

bangga, heran, takjub…

merek sabun tadi ternyata menjadi penguasa pasar di ethiopia untuk pangsa pasar sabun, menguasai sekitar 35% dari pangsa pasar. dibalik kesuksesan ini, ada 3 orang yang bisa dibilang sebagai pionir tercapainya hal tersebut, mereka adalah Andrianto Yuliar Salam, Afianto Kusuma, dan Taryat Suratman.
memang, untuk mencapai hal tersebut butuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak mudah. Andrianto misalnya yang sempat harus meninggalkan keluarganya di indonesia untuk berbisnis di ethiopia. usaha ekspor sabunnya yang telah dirintis sejak tahun 1980 harus menghadapi pesaing dari produk lokal sejenis. untuk mengantisipasi hal tersebut, dengan inisiatif mengajak pengusaha lokal, maka didirikanlah sebuah perusahaan patungan RI-Etiopia, first indo-ethiopia PLC. dan dalam waktu yang singkat, produk sabun mereka bisa menguasai pasar ethiopia dan saat ini masih tetap eksis bertahan meskipun banyak pesaing dari produk lokal.
ada beberapa hal yang bisa kita petik dari sini. buat pengusaha, pasar afrika terbilang sebagai pasar yang menggiurkan, mengingat sumber daya manusianya yang cukup baik dan upah minimum yang lumayan rendah, yang tentunya sangat mendukung jalannya proses produksi. selain itu, menurut Afianto, untuk menembus pasaran afrika (secara spesifik ethiopia) tidaklah sulit, karena pemerintah lokalnya memberikan kemudahan untuk berinvestasi dan berbisnis, termasuk bagi investor asing.

nah, bagi kita sebagai seorang Indonesia, tentunya hal ini bisa menjadi salah satu pembangkit rasa bangga kita terhadap negeri ini disaat sudah mulai pudarnya nilai-nilai nasionalisme di dalam diri kita di tengah banyaknya kritik, sorotan negatif, maupun berbagai konflik yang melanda negeri tercinta ini. yakinlah, suatu saat nanti kita bisa bangkit dan menjadi yang terbaik.

Iklan

2 Responses to “makin bangga jadi orang indonesia”


  1. 1 alaydoank Januari 1, 2008 pukul 8:41 am

    itu indomienya indonesia ta??

  2. 2 a! Januari 3, 2008 pukul 9:27 am

    iya dong…
    mana ada indomie tanzania??
    :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About Me

 Subscribe to this blog

 Subscribe to my posts bundle


web presence

posts by rizkianto

↑ Grab Animator!

RSS Also written by rizkianto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

archives


%d blogger menyukai ini: