Rp 10/detik, Rp 1/detik, Rp 0,5/detik, Rp 0,1/detik, Rp 0,01/detik, Rp 0,00000000001/detik, selanjutnya???

sudah jadi tren terbaru di dunia telekomunikasi seluler di indonesia, operator-operator seluler saling berperang mengeluarkan tarif bombastis, spektakuler, dan yang pastinya akan menarik konsumen untuk membeli produk mereka.

jangan keburu senang dulu. sebagai konsumen yang bijak, ada kalanya anda harus teliti dan cermat melihat, siapa tahu ada sesuatu dibalik semua itu. ada yang katanya gratis, namun cuma dalam waktu tertentu saja, dan cuma berlaku selama satu menit. selebihnya, bayar dengan tarif reguler. ada juga yang memberlakukan tarif murah setelah penggunaan di detik tertentu, dan berbagai ketentuan lainnya.

ya, kalau dihitung-hitung, mungkin saat ini operator GSM termurah adalah indosat-m3 dan xl. saya tidak memperdulikan jumlah angka 0 di belakang koma, karena perhitungan tarif tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap total biaya percakapan. jika dipikir secara logis, siapa juga sih yang mempunyai uang sejumlah Rp 0,00000000005 untuk membayar tarif percakapan selama 5 detik??? anggap saja lah setelah menelepon selama sekian waktu, tarip menelepon dari kedua operator tadi ke sesamanya menjadi gratis.

jika diamati pun, skema tarif kedua operator tadi juga hampir mirip, dengan siklus tarif berulang untuk percakapan ke operator lain. celah inilah yang mungkin tidak diketahui oleh orang yang kurang jeli, mengira bahwa tarif murah berlaku terus-menerus, sehingga menelepon ke operator lain selama berjam-jam dan tanpa terasa pulsa pun terkuras habis.

memang, ini sebuah strategi marketing yang brilian. di satu sisi, operator seluler berani mengambil keputusan menurunkan tarif gila-gilaan. namun di sisi konsumen, hal ini membentuk semacam pola pikir, bahwa menelpon sekarang murah. sehingga untuk keperluan yang sebetulnya tidak terlalu penting, seseorang kini lebih memilih untuk menggunakan telepon daripada layanan sms yang sempat merajai layanan operator seluler yang memberikan sumbangsih pendapatan yang cukup besar bagi operator seluler. saya yakin, frekuensi menelpon anda, pengguna indosat-m3 maupun xl meningkat belakangan ini, betul tidak??? hal ini juga berlaku untuk percakapan yang memakan waktu relatif singkat. padahal jika dihitung-hitung, justru pembebanan tarif di detik-detik awal tadi yang memberikan keuntungan bagi operator seluler

sedikit saran saya, bijaklah dalam memakai pulsa handphone. menelepon terlalu lama juga tidak baik bagi handphone, dan mungkin juga bagi kesehatan anda, meskipun belum ada penelitian ilmiah yang berhasil membuktikannya.

Iklan

11 Responses to “Rp 10/detik, Rp 1/detik, Rp 0,5/detik, Rp 0,1/detik, Rp 0,01/detik, Rp 0,00000000001/detik, selanjutnya???”


  1. 1 RahMa Maret 5, 2008 pukul 8:29 pm

    mmm…
    lama2 tarif tlp 0 rupiah
    lama2 gak ada yang mau tlp..
    lama2 3G gak laku
    lama2 akan tersedia pintu kemana saja
    atau ya, semacam layar kemana saja
    jadi ya leway layar hp kita bisa bersalaman dg mama nun jauh dsana
    lewat layar hp bisa kirim2 makanan
    kapan??
    ya lama2
    lama2 ya

  2. 2 RahMa Maret 5, 2008 pukul 8:31 pm

    bukan leway
    lewat maksudnya
    maksudnya lewat
    😛

  3. 3 agung! Maret 5, 2008 pukul 11:05 pm

    Lama2 ada doraemon…

  4. 4 bhagas Maret 6, 2008 pukul 12:10 pm

    bukannya doraemonnya uda ad..?hehehehe….

  5. 5 andri Maret 7, 2008 pukul 4:54 pm

    gua kurang yakin dengan tarifnya……………..

  6. 6 agung! Maret 7, 2008 pukul 10:54 pm

    @bhagas
    kamu doraemonnya…

    @andri
    hati-hati bung…
    bahasa iklan sering menipu…

  7. 7 aRuL Maret 8, 2008 pukul 12:56 am

    semakin murah tarif telpon semakin boros kita juga… hehehe
    namanya hukum permintaan *atau hukum penawaran yah?*
    yang penting pilih yang pro 😀

  8. 8 aRuL Maret 8, 2008 pukul 12:58 am

    oia, biarkan aja para operator bersaing, biar konsumen diuntungkan.. hehehe baik yang Indosat maupun Pro Xl 😀

  9. 9 Eka Gibran Mei 25, 2008 pukul 3:03 pm

    Ah, ikLan-iKlan tuh cuman nIpu KonSumen.
    ngAsi infonya ga lEngkap…
    ada yang berlakunya sesama OP, ada yang paDa jam2 teRtentU…
    sYarat-syarat tuh keSannYa ditutupI ama meReka…

  10. 10 asopusitemus Juni 12, 2008 pukul 1:20 am

    Ya, di mana-mana iklan emang ga ada yang menayangkan kebenaran, pasti sedikit direkayasa….

    Yang penting kita mah hemat2 ajah, apalagi BBM udah makin naik, masalah pulsa pun harus dihemat…

  11. 11 dian ungu Juni 13, 2008 pukul 9:15 pm

    mendingan pake bahasa tubuh dari pada telpon….he he he he …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About Me

 Subscribe to this blog

 Subscribe to my posts bundle


web presence

posts by rizkianto

↑ Grab Animator!

RSS Also written by rizkianto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

archives


%d blogger menyukai ini: