catatan dari kalimantan timur

ajang PON XVII Kaltim yang diselenggarakan pada 5-17 juli lalu telah berlalu. perhelatan olahraga nasional terbesar ini telah berakhir beberapa waktu yang lalu dengan meninggalkan berbagai pesan dan kesan bagi pihak-pihak yang terlibat. ada yang bersuka-ria, ada yang kecewa, serta banyak pula kritikan maupun pujian mengenai penyelenggaraan even olahraga ini, saya yang kebetulan diberi kesempatan untuk terjun (bukan sebagai atlit tentunya :D) dan sekaligus bisa menyaksikan langsung perhelatan akbar ini ingin sedikit berbagi cerita mengenai ajang kompetisi 4 tahunan ini.

megah dan mewah

itulah kesan yang muncul ketika melihat berbagai infrastruktur yang dipersiapkan untuk penyelenggaraan PON kali ini. pemerintah provinsi kalimantan timur telah menyiapkan berbagai venue yang bisa dibilang sangat luar biasa. bahkan ada fasilitas yang diklaim sebagai fasilitas terbaik di level asia tenggara, atau bahkan mungkin asia. sebagai contoh, coba tengok stadion utama palaran, samarinda. stadion megah yang menelan biaya pembangunan hingga 1 triliun rupiah lebih. fasilitasnya? bisa dibandingkan dengan stadion level nasional seperti jakabaring, jalak harupat atau bahkan stadion utama senayan. begitu juga dengan stadion sepakbola yang lain seperti stadion madya sempaja dan stadion segiri di samarinda, serta stadion mulawarman di bontang. masih bisa dikategorikan sebagai stadion yang terbaik di level nasional. pada cabang olahraga lain, venue olahraga menembak, volley pantai, squash dan beberapa venue lainnya, diklaim sebagai yang terbaik di indonesia.

terlepas dari semua kritikan pada penyelenggaraan PON kall ini bisa dibilang cukup baik, meskipun mungkin sayang rasanya dana penyelenggaraan yang mencapai 4 trilliun (bandingkan dengan anggaran PON XVI Sumatera Selatan yang “hanya” menelan dana kurang dari Rp 300 miliar) kurang diimbangi dengan penyelenggaraan yang masih kurang dalam hal persiapan. namun, meskipun ada kekurangan disana-sini, PON XVII bisa dikatakan telah memenuhi tri sukses penyelenggaraannya, yakni :

– sukses penyelenggaraan
– sukses prestasi
– sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan

animo

syukurlah, masyarakat kalimantan timur memiliki apresiasi yang lumayan bagus untuk menyaksikan berbagai ajang olahraga yang dipertandingkan pada PON kali ini. meskipun pada tiap venue tidak selalu penuh seluruhnya oleh penonton, masyarakat masih antusias untuk menyaksikan pertandingan dengan datang ke venue pertandingan, minimal untuk mendukung tim tuan rumah kalimantan timur. hal ini juga didukung oleh panitia besar PON XVII yang menggratiskan biaya masuk untuk menyaksikan pertandingan di PON kali ini. yang saya tanyakan, kemana stasiun TV swasta?

ketika ada even pertandingan sepakbola, meskipun itu liga asing maupun pertandingan internasional, mereka saling berebut hak siar. namun ketika ada even olahraga prestisius tingkat nasional seperti PON, mereka semua tidak bergeming. hoho… ada apa ini? apa mereka menganggap bahwa pertandingan PON kurang komersil? kurang mendatangkan keuntungan finansial bagi mereka? sayang sekali, usaha panitia besar PB PON yang “berdarah-darah” menyiapkan ajang olahraga ini, menggelontorkan dana tidak kurang 4 triliun rupiah (yai!) dengan kritikan dan komentar miring dari berbagai pihak tidak mendapatkan apresiasi yang setimpal, bahkan hanya untuk sekedar menayangkan pertadingan PON. begitu pula dengan para atlet yang bertanding, yang telah susah payah mempersiapkan diri untuk bertanding, memperebutkan medali untuk kebanggaan daerah mereka masing-masing. padahal PON ini merupakan ajang prestisius tingkat nasional bagi para atlet. yang bisa mengalahkan prestise dari ajang ini mungkin hanya ajang SEA games, ASIAN games dan Olimpiade. hanya stasiun TVRI yang masih memberikan penghargaan terhadap kerja keras mereka.

atlet mutasi vs pembinaan pemain

atlet mutasi, terminologi yang digunakan untuk menyebut atlet yang berpindah daerah untuk memperkuat daerah lain. bukan rahasia umum bahwa banyak daerah yang melakukan perekrutan atlet mutasi untuk mendongkrak prestasi olahraga daerahnya pada PON, termasuk tuan rumah kalimantan timur, dan mutasi yang dilakukan kalimantan timur bisa dibilang sangat berhasil. atlet-atlet mereka telah mengantarkan daerah mereka menjadi juara II PON XVII, jauh di atas prestasi kaltim pada PON sebelumnya di sumatera selatan dimana mereka hanya menempati urutan 9.

tentunya prestasi ini menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan insan olahraga di kalimantan timur. dengan iming-iming bonus 150 juta, tak heran banyak atlet daerah yang tertarik untuk bergabung memperkuat kontingen kalimantan timur. yang menjadi pertanyaan, apakah sebanding biaya yang dikeluarkan dengan imbal balik yang diberikan? oke, kalimantan timur berhasil merebut juara II, menyisihkan favorit juara lain seperti DKI jakarta dan jawa barat. namun apakah menjamin bahwa pada 2012, kaltim masih mampu mempertahankan prestasinya ini? jikapun para atlet mutasi masih bertahan, masihkah mereka mampu memberikan prestasi seperti pada PON kali ini? catat bahwa tidak sedikit dari atlet mutasi tersebut adalah atlet senior, yang akan semakin dimakan usia pada PON mendatang. catat pula kemungkinan bahwa fenomena mutasi atlet akan sangat mungkin terjadi pada perhelatan PON selanjutnya.

alangkah lebih baiknya, apabila anggaran sedemikian besar untuk bonus atlet itu tadi, dialokasikan untuk pembinaan atlet. dengan pola pembinaan atlet yang bagus, suatu daerah bisa meraih prestasi yang kontinyu, bukan prestasi instan dengan mengandalkan atlet “jadi”. sebagai contoh, jawa timur, memiliki pembinaan atlet tenis meja yang sangat bagus, sehingga pada perhelatan PON kaltim berhasil menyapu bersih perolehan medali emas pada cabang olahraga ini. jawa timur juga berhasil membukukan all jawa timur final pada nomer tunggal putera dan ganda putera. sebagai catatan, jawa timur juga hampir merebut semua medali pada nomor ganda campuran, namun sayang di semifinal, pasangan jawa timur dikalahkan pasangan kalimantan timur (yang notabene juga merupakan atlet binaan jawa timur!).

semoga kita bisa memetik pelajaran dari penyelenggaraan PON ini, sehingga bisa melakukan perbaikan di masa-masa mendatang. semoga saja ajang PON XVIII di riau mendatang bisa semakin lebih baik. untuk kalimantan timur, selamat atas penyelenggaraan PON yang sukses, terima kasih atas sambutan dan kesan yang tak terlupakan, yang akan tetap menjadi kenangan indah, semoga lain kali saya kembali diberi kesempatan untuk mengunjungi bumi etam yang luar biasa.

Iklan

4 Responses to “catatan dari kalimantan timur”


  1. 1 aRuL Agustus 11, 2008 pukul 9:19 pm

    kamu wakili Jatim?? wah hebat2.. selamat yah gung…
    kamu itu yang dapat emas?

  2. 2 agung Agustus 11, 2008 pukul 9:22 pm

    hahaha….

    emas dari hongkong 😀

  3. 3 wishnu Agustus 14, 2008 pukul 8:51 pm

    pulang gak bawa emas malah bawa serombongan munyuk,hehe.. paling munyukmu itu yg bikin aku teler 😀

  4. 4 ikaaa Agustus 19, 2008 pukul 12:03 am

    Q g digawa’ne oleh2, mEdit agung ki, pizz :p

    Senengnya nEmu nasi kuNing 6rb d kaLtim,. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About Me

 Subscribe to this blog

 Subscribe to my posts bundle


web presence

posts by rizkianto

↑ Grab Animator!

RSS Also written by rizkianto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

archives


%d blogger menyukai ini: