Suporter Indonesia Mengamuk (lagi), Salah Siapa?

Lagi- lagi suporter Indonesia tidak mampu meredam amarahnya dan kembali mengamuk. Kali ini peristiwa ini terjadi saat puluhan ribu suporter Indonesia berebut untuk membeli tiket leg kedua Final AFF Suzuki Cup 2010.

Sudah semenjak hari sabtu, stadion Gelora Bung Karno, Jakarta dipenuhi oleh puluhan ribu suporter yang menginap dan menunggu seharian di stadion GBK demi mendapatkan tiket leg 2 pertandingan final di Jakarta. Panitia sengaja memasukkan penonton ke tribun selama menunggu mendapatkan tiket, namun beberapa penonton yang tidak sabar berusaha untuk menjebol pagar pembatas stadion. Bayangkan saja, hanya ada 10 spot untuk melayani penjualan 30.000 tiket hari ini. Pagar pembatas akhirnya dijebol penonton yang tidak sabar dan mereka menyeruak masuk ke dalam lapangan, mereka akhirinya merusak beberapa fasilitas yang ada di GBK. Akibatnya Bangku VIP dan VVIP rusak, Pintu Masuk 4 jebol, Pagar pembatas penonton berhasil dijebol oleh ribuan penonton yang berhasil masuk ke stadion. mereka yang berhasil masuk ke dalam lapangan akhirnya menginjak-injak rumput stadion GBK, sehingga di beberapa tempat rumput stadion dalam keadaan tercongkel.

Suasana Stadion GBK

Saat tulisan ini dibuat, hari minggu pukul 16.00, suasana di Stadion GBK sudah berangsur kondusif. Saat diwawancarai oleh salah satu TV Swasta, Ketua Umum PSSI memberikan himbaunan agar masyarakat berlaku tenang, menjaga tingkah laku dan tidak berulah karena tindakan mereka bisa menyebabkan laga leg kedua tidak bisa diadakan di stadion GBK. Pernyataan yang membuat saya sedikit tergelitik. Kenapa panitia tidak belajar dari pengalaman ricuhnya penjualan tiket semifinal minggu lalu, disaat penonton marah dan merusak kantor PSSI termasuk mencabut logo PSSI di kantor pusatnya. Buruknya manajemen penjualan tiket saat itu rupanya tidak membuat panitia belajar, sehingga tidak heran jika suporter akhirnya kecewa dan kembali marah.

Saya sendiri tidak menampik fakta bahwa suporter kita memang sedikit ugal-ugalan dan agak susah diatur. Namun siapa yang tidak kecewa jika anda sudah menunggu seharian di dalam stadion, berdesak-desakan, tidak sedikit yang pingsan, hanya untuk mendapatkan tiket sementara yang nantinya masih harus ditukarkan dengan tiket asli, dan ternyata mereka mendapatkan pelayanan yang lambat dan tidak responsif.

Melihat 2 kejadian terakhir ini sepertinya semakin menguatkan pendapat saya, bahwa jika untuk mengurusi event sekelas Asia Tenggara saja masih sering muncul permasalahan seperti ini, rasanya mimpi Indonesia untuk menggelar Piala Dunia masih harus disingkirkan jauh-jauh. Perbaiki dulu manajemen di tubuh PSSI, perbaiki pula tingkah laku suporter Indonesia, dan tidak lupa juga, perbaiki pula permainan tim nasional Indonesia. Menjadi Juara di kompetisi AFF Suzuki Cup ini rasanya bisa menjadi suatu titik balik prestasi tim nasional Indonesia untuk bangkit, setidaknya di level Asia Tenggara dahulu.

Semoga Saja…

Iklan

3 Responses to “Suporter Indonesia Mengamuk (lagi), Salah Siapa?”


  1. 1 kereyoben Desember 26, 2010 pukul 5:56 pm

    salam kenal dari choirul huda

    anda bisa mengunjungi blog saya juga disini

    http://blog.umy.ac.id/choirul/

  2. 2 aRuL Desember 26, 2010 pukul 6:00 pm

    Panitia tidak beres, Calon penonton juga tidak disiplin.
    bahkan PSSI menjadikan ajang politik. klop banget menjawab kejadian yg terjadi ini.

  3. 3 dika Juni 17, 2011 pukul 7:10 pm

    sangat memprihatinkan 😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About Me

 Subscribe to this blog

 Subscribe to my posts bundle


web presence

posts by rizkianto

↑ Grab Animator!

RSS Also written by rizkianto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

archives


%d blogger menyukai ini: