Setahun di Rantau

Saat mahasiswa saya pernah berujar dalam hati, saya enggan bekerja di Jakarta, dan takdir pun membawa episode kehidupan saya berlanjut…. dua puluh delapan kilometer dari Jakarta!

Selamat Datang Jababeka

Ya, hiruk pikuk kehidupan ibukota, polusi, macet, banjir dan segala problematikanya sempat membuat saya ogah dan enggan mencari nafkah di ibukota, belum lagi dengan biaya hidup yang tinggi. Hingga pada akhirnya, pencarian kerja membawa saya ke kota kecil ini, ya, dua puluh delapan kilometer di timur Jakarta. Cikarang, Ibu Kota Kabupaten Bekasi

Sentra Grosir CIkarang

Sungguh saya bersyukur. Sempat saya gagal tahap kedua pada tes di salah satu BUMN, salah satu Bank di Indonesia, dimana yang cukup “menyakitkan” saya gagal di test TOEFL, menyakitkan karena Bahasa Inggris adalah salah satu subjek favorit saya di sekolah maupun kuliah, hehehe… Namun beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 5 april datanglah panggilan dari salah satu perusahaan elektronik swasta, untuk mengikuti test tulis. Esoknya, alhamdulillah dipanggil tahap selanjutnya untuk wawancara dan saya diminta untuk menunggu pengumuman dalam waktu seminggu kedepan.

Jogjakarta, 12 April 2011, matahari siang bersinar cukup menyengat. Saya berkendara di atas skuter matic saya menuju jogjatronik, dengan tujuan untuk memeriksakan dan membetulkan laptop saya yang sempat mati mendadak ketika mendadak HP k800 saya di kantong saku kiri bergetar. Teringat bahwa ini seminggu semenjak waktu yang dijanjikan untuk pengumuman kelulusan test, saya menepikan motor saya menjelang perempatan Mall Galeria. Benar saja, nomer PSTN lokal Jakarta. Segera saya menepi dan mengangkat panggilan tersebut.

Gemuruh suara kendaraan menyebabkan saya harus berlari masuk ke perkampungan, mencari tempat yang sedikit tidak terganggu suara kendaraan. Dan Alhamdulillah… saya dinyatakan lulus wawancara dan dipanggil untuk tahapan selanjutnya yaitu medical check up, yang akan diadakan di Surabaya, dengan waktu yang telah ditentukan yakni… besok

jeng jeng jeng…. hanya kurang dari 18 jam untuk kembali ke Surabaya dan memenuhi panggilan tersebut. Segera saya putar motor saya, kembali ke rumah, untuk langsung menuju ke Surabaya malam harinya. Pasca medchek tersebut, tanggal 19 dinyatakan saya lulus dan dipersilahkan datang, pada tanggal 29, untuk penyelesaian administrasi sekaligus penandatanganan kontrak di Cikarang.

Cikarang is the capital of Bekasi RegencyWest Java in Indonesia. Jababeka is the biggest industrial estate in Southeast Asia.Property projects have also been built in Cikarang, such as Lippo Cikarang, Cikarang Baru, and Kota Delta Mas. The last one is the office complex of Bekasi. [wikipedia]

Saya sendiri suka menyebut kota kecil ini sebagai Jakarta coret kuadrat. Bekasi sendiri udah Jakarta coret. Cikarang berada sekitar 20 km dari Bekasi, tidak salah juga khan? hehe…

Anda  yang pernah tinggal di Surabaya pasti mengenal kawasan Industri Rungkut. Kurang lebih seperti itulah suasana jantung kota Cikarang, namun dengan luas kawasan Industri yang jauh lebih besar beberapa kali lipat, menjadikannya yang terbesar di regional Asia Tenggara. Kantor saya sendiri berlokasi di Kawasan Industri Jababeka I. Ada beberapa kawasan Industri di seputaran Cikarang ini, Jababeka 1, 2, 3, MM2100, Delta Silicon, EJIP, Cibitung. Bersama mereka membentuk sabuk industri di kawasan sub urban Bekasi yang menopang denyut kehidupan Ibukota.

Jababeka, tempat saya mencari nafkah, adalah “kota” mandiri di kawasan Cikarang Timur. Selain kawasan industri tentunya, sebagian kawasan Jababeka diperuntukkan untuk pemukiman, utamanya di Jababeka 2, dimana terdapat perumahan, baik sederhana, cluster, hingga apartemen, bahkan cluster mewah seharga miliaran yang err… agak kurang worthed mengingat jauhnya dari Jakarta, tapi ya suka suka yang berduit sih ya, tak perlu diambil pusing 😀

Oiya, banyak orang yang masih belum tahu, sebenarnya apa itu kepanjangan dari Jababeka. Anda juga belum khan? Nah, jawaban pertanyaan itu tampaknya belum anda temukan di tulisan ini karena saya sendiri juga tak yakin 😀 Tafsiran ngawur saya menjabarkan bahwa Jababeka adalah JAkarta BAratnya  BEKAsi diinjek massa. Namun ada beberapa penjelasan yang cukup meyakinkan dari teman teman saya, bahwa Jababeka adalah JAwa BArat BEKAsi. Mazhab yang lain menjabarkan sebagai JABA BEKAsi (jaba=luar red.).

Masih bingung kan? podho! makannya ga usah dipikir panjang 😀

Mayoritas penduduk Cikarang adalah working class yang mencari penghidupan di manufaktur yang tersebar di penjuru kota, penduduk asli maupun pendatang. Imbas dari banyaknya pendatang di Cikarang, khazanah kuliner di daerah ini cukup bervariasi, mulai dari ujung jawa timur Banyuwangi hingga ujung barat Indonesia, Aceh. Beberapa pengalaman icip icip kuliner di Cikarang ini kelak nantinya bisa anda baca di blog lain saya yang khusus membahas kuliner. Rasa mungkin tidak sempurna otentik sama, namun cukup mengobati kerinduan menyantap hidangan khas kampung halaman 🙂

Satu hal yang saya sukai di Cikarang adalah mudahnya akses untuk mencapai kota lain dan tempat strategis. Terminal Cikarang menyediakan moda angkutan baik minibus maupun bus menuju Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Karawang. Untuk kawasan Jababeka 2 sendiri, terdapat 2 pool shuttle bus, pertama adalah pool shuttle bus ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, yang kedua adalah Bus Patas antar kota Primajasa jurusan Bandung – Leuwipanjang. Ada juga halte bus menuju Jakarta, dengan menggunakan bus kota berkode AC 121 atau AC 121 A, atau bisa juga menggunakan shuttle bus Lippo Cikarang – Blok M dari jalan menuju gerbang tol Cikarang Barat. Benar, akses mudah dan fleksibel 😉

Alhamdulillah beberapa hari yang lalu genap sudah saya satu tahun berada di kota industri ini, dengan segala suka dan duka, dan diiringi dengan rasa syukur atas apa yang telah dan masih saya dapatkan saat ini. Masih banyak hal yang ingin saya ceritakan dari kota kecil di ujung Bekasi ini, namun terlalu panjang jika saya ceritakan sekaligus di tulisan ini, nantikan saja di tulisan saya selanjutnya.

 

Insya Allah…

Iklan

12 Responses to “Setahun di Rantau”


  1. 1 masjek Mei 2, 2012 pukul 10:54 pm

    Kerjo ning Cikarang tapi le test ning SBY?

    • 2 rizkianto Mei 3, 2012 pukul 4:12 am

      buenar sekali masjoko, jadi PT *Sensor* ini bikin tur kampus keliling pulau jawa 😀

  2. 3 Neng Ucrit Mei 4, 2012 pukul 3:01 pm

    puanas ya?

    • 4 rizkianto Mei 4, 2012 pukul 3:31 pm

      sama aja kayak surabaya (okok)

  3. 5 Arnolegsa Maupasha Mei 26, 2012 pukul 4:38 pm

    curhat to?? ooohhh…

    • 6 rizkianto Juni 11, 2012 pukul 3:26 pm

      haisshh… gek ndang rabi kunu…

  4. 7 Rhein Fathia (@rheinfathia) Juni 11, 2012 pukul 3:16 pm

    Ohwalah… Cikarang dari Jakarta mah atuh bukan merantau :))

    • 8 rizkianto Juni 11, 2012 pukul 3:26 pm

      lhooo…. saya kan dari jogja mbak 😀

  5. 9 intan Juni 20, 2012 pukul 2:29 pm

    selamat bang, enak y sudah kerja.. 😀

  6. 10 Ochin | Abu Hamzah April 9, 2013 pukul 1:03 pm

    Update woeeeee!!!!
    skrg udah ada 2 tahun belom?

  7. 11 icub April 29, 2013 pukul 10:33 am

    ndang resign wes *oops


  1. 1 Nil Maizar Ikuti Kursus Kepelatihan di Jerman | ligaindonesia.biz Lacak balik pada Mei 3, 2012 pukul 7:06 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About Me

 Subscribe to this blog

 Subscribe to my posts bundle


web presence

posts by rizkianto

↑ Grab Animator!

RSS Also written by rizkianto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

archives


%d blogger menyukai ini: