AFF Suzuki Cup 2010 : Kebangkitan Filipina dan Runtuhnya Hegemoni Raksasa Asia Tenggara

Sudah seminggu ini kawasan asia tenggara utamanya tuan rumah Indonesia dan Vietnam disemarakkan oleh hingar bingar penyelenggaraan AFF Suzuki Cup 2010, kompetisi sepakbola tertinggi antar negara kawasan Asia Tenggara.

Kompetisi AFF Cup ini adalah kompetisi yang mempertemukan negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Kompetisi yang digelar sejak tahun 1996 ini telah berlangsung sebanyak 7 kali. Sebelumnya dikenal sebagai Tiger Cup yang berlaku sebagai sponsor resmi hingga gelaran kompetisi ini tahun 2005. Untuk tahun 2007, kompetisi ini dinamakan ASEAN Footbal Championship dan pada tahun 2008 dan penyelenggaraan tahun ini (2010) dengan sponsorship dari perusahaan otomotif asal Jepang Suzuki, kompetisi ini berganti nama menjadi AFF Suzuki Cup.

Sepanjang 7 kali gelaran kompetisi ini sejak 1996 hingga 2008, sudah banyak cerita, sejarah dan rivalitas yang tertuang dalam kompetisi ini. Yang paling tidak terlupakan oleh masyarakat pecinta bola adalah “permainan tidak sportif” yang ditunjukkan oleh Indonesia dan Thailand pada partai terakhir penyisihan grup A tahun 1998. Demi menghindari Vietnam yang menjadi runner-up grup B, Timnas Indonesia dan Thailand bermain “sepakbola gajah” yang berujung pada gol bunuh diri yang dicetak pemain belakang Indonesia Mursyid Effendi yang menyebabkan Indonesia kalah dari Thailand dan walhasil menjadi runner-up grup dan bertemu Singapura pada babak semifinal. Singapura sendiri akhirnya menjadi juara setelah berhasil mengandaskan perlawanan Indonesia dan Vietnam di babak final. Singapura dan Thailand menjadi tim tersukses dalam kompetisi ini dengan torehan masing-masing 3 gelar juara. 1 gelar tersisa dipegang oleh juara bertahan Vietnam.

Pada kompetisi AFF Suzuki Cup 2010 kali ini, 8 negara kembali bertanding. 6 Negara dengan peringkat tertinggi langsung lolos babak fase penyisihan grup, yakni Thailand, Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Myanmar. Sedangkan 2 tim tersisa, Laos dan Filipina lolos dari fase kualifikasi setelah mengandaskan Kamboja dan Timor Leste.

Nah, ada banyak fenomena menarik yang terjadi dalam gelaran piala AFF tahun 2010, selain kontroversi naturalisasi pemain (yang akan saya bahas pada post selanjutnya) dan beberapa kejadian lainnya, juga hasil akhir pertandingan yang mengejutkan. Negara-negara yang tadinya dianggap sebagai notabene negara dengan tradisi sepakbola lemah di Asia Tenggara muncul sebagai Kuda Hitam yang menakutkan.

Yang pertama adalah Laos, Negara Landlock yang diapit oleh Thailand, Vietnam dan Kamboja ini bukan merupakan negara yang dikenal memiliki tradisi sepakbola yang bagus di Asia Tenggara. Namun semenjak kehadiran pelatih asal Austria, Alfred Riedl (yang kini menukangi Tim Nasional Indonesia) kekuatan Laos tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Pada gelaran SEA Games 2009, skuad Riedl sempat mempecundangi Timnas Indonesia 2-0 !!! Hasil yang tentunya mengejutkan bagi masyarakat sepakbola Indonesia dan tentunya memalukan. Kejutan tersebut juga berlanjut pada pertandingan pertama fase grup AFF Suzuki Cup 2010. Tim Laos menahan imbang Raksasa Asia Tenggara Thailand dengan skor 2-2. Bahkan tim Laos sempat unggul 2 kali (posisi 1-0 dan 2-1) sebelum gol Thailand di menit-menit akhir menyelamatkan muka Bryan Robson dari kekalahan.

Sayangnya keajaiban Laos tidak berlanjut di pertandingan kedua dan ketiga. Menghadapi Indonesia, Timnas Laos yang sempat mengimbangi di awal-awal pertandingan dibuat tidak berdaya oleh manuver-manuver Irfan Bachdim dan kawan-kawan. Alhasil 6 gol bersarang di gawang Laos tanpa balas. Di pertandingan terakhir, Laos masih memiliki kans lolos asalkan mengalahkan Malaysia dan tim Thailand dikalahkan oleh Indonesia. Namun dewi fortuna berkata lain. 5 gol bersarang dan hanya 1 gol yang berhasil dibalas oleh Laos. Dan kisah heroik Laos akhirnya berakhir sudah. Namun tentu saja, kekuatan timnas Laos kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Kejutan selanjutnya diciptakan oleh Filipina, negara yang notabene lebih dikenal sebagai raksasa basket di kawasan Asia Tenggara. Sama seperti Laos, Filipina adalah bulan-bulanan di kawasan Asia Tenggara. Bahkan pada gelaran AFF Suzuki Cup 2000, sempat digelontor 13 gol oleh Timnas Indonesia dengan aksi spektakuler Bambang Pamungkas dan Zaenal Arif yang memborong 4 gol !!!

Melihat fakta tersebut, PFF (Asosiasi Sepakbola Filipina) tidak tinggal diam. Medio 2000, presiden PFF Jose Mari Martinez mulai melakukan manuver dengan mencari darah-darah blasteran filipino yang memperkuat tim-tim Eropa dan hasilnya bisa kita lihat pada gelaran piala AFF tahun ini. Skuad filipina yang dihuni setidaknya 7 pemain keturunan Filipina dan asing mampu menghadirkan kejutan-kejutan selama babak penyisihan grup.

Lolos melalui babak kualifikasi bersama timnas Laos, Filipina tergabung di grup neraka maut bersama 2 jawara ASEAN, Singapura dan Vietnam, namun Timnas Filipina sama sekali tidak gentar. Menghadapi SIngapura pada pertandungan pertama, tim Filipina sukses menahan tim tersukses Asia Tenggara tersebut dengan skor 1-1. Pada pertandingan kedua, tanpa ampun tuan rumah dilibas 2-0 dan untuk sementara bertengger sebagai pimpinan klasemen grup B. Semuanya tidak lepas dari kontribusi pemain blasteran yang memperkuat filipina, diantaranya kiper Neil Etheridge, Younghusband bersaudara, Phil dan James dimana ketiganya adalah jebolan akademi Chelsea, kemudian ada mantan pemain U-21 Islandia, Ray Jonsson, pemain divisi 2 Liga Belgia Jason de Jong, pemain keturunan Amerika sekaligus kapten Filipina Alex Borromeo. Tak ketinggalan ada Manuel Ott (keturunan Jerman) dan Rob Gier.

Hasil mengejutkan tersebut tak pelak telah menyebabkan status Filipina sebagai kuda hitam di gelaran kompetisi tahun ini. Sekaligus seakan telah menyatakan bahwa mereka tidak lagi menjadi tim bulan-bulanan dan bisa dibilang, saat ini hampir tidak ada tim lemah di kawasan Asia Tenggara. Pada pertandingan terakhir, mereka hanya tinggal menghadapi juru kunci Burma yang babak belur dihajar Vietnam 7-1. Diatas kertas tidak sulit bagi mereka untuk mengalahkan Burma.

Entah mengapa ada feeling yang kuat yang mengatakan bahwa Filipina akan mampu berbuat banyak dalam gelaran kompetisi AFF Suzuki Cup tahun ini. Prediksi saya, mereka akan menjadi juara grup setelah mengandaskan Burma dalam pertandingan terakhir yang sedang berjalan ketika tulisan ini dibuat. Tinggal menunggu siapa pendamping mereka dari grup B dimana pada saat bersamaan mempertemukan Vietnam dan Singapura. Prediksi saya, tuan rumah Vietnam dengan dukungan puluhan ribu suporternya akan mengalahkan Singapura dan lolos dari Grup B.

Di Semifinal, Indonesia akan menghadapi Vietnam dan FIlipina akan menghadapi Malaysia. Prediksi saya Indonesia akan mengandaskan Vietnam dan bertemu Filipina di final. Dan entah mengapa, feeling saya mengatakan bahwa ini adalah pertandingan yang berat bagi Timnas Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan akan berakhir dengan kemenangan bagi Filipina, namun bagaimana hasil akhirnya? kita tunggu saja hasil-hasil pertandingan AFF Suzuki CUp 2010 yang masih berjalan ini dan kita tunggu kiprah selanjutnya dari kuda hitam Filipina !!!

UPDATE 10.00 PM

Pertandingan terakhir Grup B berakhir dengan skor :
Vietnam 1-0 Singapura
Filipina 0-0 Myanmar
Ramalah saya meleset sedikit, hehehe… tapi tetap saja dua tim yang saya prediksikan yang lolos.
Dengan demikian Vietnam dan Filipina lolos ke babak selanjutnya dengan Vietnam sebagai juara Grup. Di Semifinal Vietnam akan menantang Malaysia dan Filipina akan mencoba ketangguhan juara Grup A Indonesia yang tak terkalahkan di fase Grup. Bagaimana kiprah mereka selanjutnya? kita lihat saja nanti. ๐Ÿ˜€

Iklan

4 Responses to “AFF Suzuki Cup 2010 : Kebangkitan Filipina dan Runtuhnya Hegemoni Raksasa Asia Tenggara”


  1. 1 aRuL Desember 8, 2010 pukul 10:09 pm

    eh akhirnya update juga blog ini ๐Ÿ˜€ hehe

    eh Indonesia ketemu Philipina lho…. ๐Ÿ˜›
    anyway pertandingan terakhir Philipina cuman bermain imbang melawan myanmar ngak ikut di analisis toh? ๐Ÿ˜€ hehe

    • 2 rizkianto Desember 8, 2010 pukul 10:18 pm

      iya bang… tadinya prediksinya Filipina juara grup karena cuman ketemu juru kunci, eh, ternyata malah imbang -_-”
      akhirnya malah Vietnam yang jadi juara grup…
      tapi ketemu siapapun kayaknya tetep berat buat Indonesia. Vietnam jangan ditanya, juara bertahan. Sedang filipina maju pesat sejak ada pemain blasteran… hehehe… ๐Ÿ˜€

  2. 3 difana Desember 14, 2010 pukul 12:39 am

    weh…we kok ngenyekan tho…
    garuda di dada kita lah… >:)

  3. 4 rizkianto Desember 15, 2010 pukul 1:47 am

    lho gak ngenyek iki… cuman wedi karo filipina -__-“


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




About Me

 Subscribe to this blog

 Subscribe to my posts bundle


web presence

posts by rizkianto

↑ Grab Animator!

RSS Also written by rizkianto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

archives


%d blogger menyukai ini: